Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Penyusunan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Magister dan Doktor Program Studi Ilmu Biomedis Hewan (PS IBH) pada tanggal 19 Mei 2026. Pertemuan ini dilaksanakan secara hybrid, mengombinasikan kehadiran luring (tatap muka) bertempat di Ruang Rapat Dekanat SKHB IPB dan kehadiran daring melalui platform Zoom Meeting.
Lokaraya ini dihadiri oleh pimpinan SKBH IPB, yaitu Dekan SKHB , Prof. drh. Amrozi, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. drh. Ni Wayan Kumiani Karja, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan, Dr. drh. Andi Aulia Mustika, M.Si. Kegiatan juga dihadiri oleh Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Magister PS IBH , Prof. Dr. drh. Bambang Pontjo, M.Si dan Dr. Drh Ni Luh Putu Ika Mayasari serta Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Doktor PS IBH Dr. drh. Chaerul Basri, M.Epid, dan Dr. Drh. Savitri Novelina, MSi, PAVet.
Kegiatan lokakarya ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan umpan balik terhadaip visi, misi dan kurikulum PS IBH dari pemangku kebijakan, stake holder, alumni, mahasiswa dan dosen SKHB IPB. Dari pemangku kepentingan atau pemerintahan hadir Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Badan Karantina Indonesia , Deputi Bidang Karantina Ikan, Badan Karantina Indonesia, Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dari unsur perguruan tinggi hadir dan organisasi hadir Dekan FKH Universitas Syiah Kuala, Kaprodi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin, Kaprodi Kedokteran Hewan Universitas Padjajaran, Ketua Umum PB PDHI dan Ketua IKA SKHB IPB. Acara ini dihadiri juga oleh mitra dan dosen.
Partisipasi aktif dan masukan konstruktif dari seluruh peserta yang hadir secara hybrid menjadi acuan bagi Prodi IBH SKHB IPB University dalam menyusun peta jalan pendidikan pascasarjana yang bermutu tinggi. Langkah strategis ini diambil agar kurikulum yang diterapkan di masa depan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, serta mampu menjawab tantangan kesehatan hewan dan biomedis global.