Menurut Incheon SKY Animal Medical Center (yang dipimpin oleh Direktur Oh I-se) pada tanggal 15 September 2026, baru-baru ini menerima dua mahasiswa kedokteran hewan dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Indonesia, untuk mengikuti program magang pelatihan klinis kedokteran hewan selama empat minggu.
Kedua mahasiswa tersebut, Marsella Metta Arvia dan Ayu Anugerah Lestari Faisol, mengikuti program yang dirancang sebagai pelatihan klinis jangka pendek, yang memadukan magang edukatif dengan praktik klinis secara langsung. Mereka menjalani pelatihan di bawah bimbingan dan pengawasan dokter hewan di pusat tersebut.
Inisiatif ini sangat patut dicatat karena merupakan wujud nyata dari kerja sama pendidikan kedokteran hewan dan pertukaran akademik internasional yang dijalin oleh SKY Animal Medical Group dan IPB University, yang melampaui sekadar kunjungan mahasiswa luar negeri biasa.
Sebelumnya, pada bulan Maret, SKY Animal Medical Group dan IPB University telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Indonesia untuk mendorong kerja sama internasional di bidang kedokteran hewan, pencitraan diagnostik, penelitian, dan pertukaran akademik.
Kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan rencana bertahap yang mencakup pendidikan kedokteran hewan dan pencitraan diagnostik; seminar, pelatihan, dan lokakarya; pertukaran personel serta program kunjungan jangka pendek bagi dokter hewan, peneliti, dan mahasiswa; serta kegiatan penelitian dan akademik bersama.
Pelatihan klinis di Incheon SKY Animal Medical Center yang dijalani oleh mahasiswa bernama Marsella dan Ayu ini menandai kali pertama mahasiswa dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University mengikuti pelatihan klinis kedokteran hewan di Korea melalui program magang resmi.
Kurikulum inti program ini meliputi observasi praktik klinis hewan kecil, pembahasan kasus nyata, perolehan pengalaman klinis secara langsung, observasi prosedur radiologi dan pencitraan diagnostik, pemantauan perawatan pasien rawat inap, serta pembelajaran mengenai operasional rumah sakit hewan dan pendidikan klinis.
Para mahasiswa mengamati seluruh proses perawatan pasien, mulai dari tahap awal kedatangan dan pemeriksaan hingga penegakan diagnosis, perencanaan pengobatan, dan pengelolaan pasien rawat inap. Melalui diskusi kasus bersama dokter hewan pembimbing, mereka memperoleh wawasan mengenai dasar pertimbangan dilakukannya tes tertentu, interpretasi hasil pemeriksaan, serta proses pengambilan keputusan untuk tahapan pengobatan selanjutnya.
Secara khusus, saya mengamati bagaimana sistem pencitraan diagnostik CT dan MRI di Incheon SKY Animal Medical Center dimanfaatkan dalam praktik klinis yang sesungguhnya. Saya juga merasakan langsung proses kolaboratif di mana para dokter hewan dari berbagai bidang—seperti penyakit dalam, bedah, dan pencitraan diagnostik—saling berbagi kasus dan bekerja sama. Melalui pengalaman ini, saya belajar bagaimana peralatan medis canggih, pertimbangan klinis serta kerja sama tim dari staf medis spesialis, dan infrastruktur rumah sakit yang sistematis semuanya berfungsi secara harmonis.
Tim medis di SKY Animal Medical Center berharap bahwa program magang ini dapat mendorong pengembangan profesional para mahasiswa sekaligus menjadi katalis bagi peningkatan interaksi antara mahasiswa, dokter hewan, dan peneliti.
Direktur Moon Jong-sun menyatakan, “Program ini sangat bermakna karena menandai kali pertama mahasiswa kedokteran hewan IPB berpartisipasi dalam program magang resmi di Korea.” Ia menambahkan, “Saya berharap pertukaran ini terus berlanjut, sehingga mahasiswa dan dokter hewan dari kedua institusi dapat saling merasakan pengalaman di lingkungan klinis dan praktik medis satu sama lain.”
Direktur Park Seol-gi menyatakan, “Hal terpenting dalam pelatihan klinis bukan sekadar mengamati berbagai kasus, melainkan mempelajari penalaran klinis yang diperlukan untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya berdasarkan gejala pasien dan hasil pemeriksaan.” Ia menambahkan, “Saya berharap mereka dapat memahami pentingnya penilaian dokter hewan—yang melibatkan pengamatan pasien serta sintesis informasi—dan kolaborasi dalam tim medis, di samping penggunaan peralatan seperti pemindai CT dan MRI.”
Direktur Perwakilan Oh I-se mengatakan, “Incheon SKY Animal Medical Center berencana untuk terus menyediakan kesempatan pendidikan yang sistematis bagi mahasiswa kedokteran hewan dari luar negeri agar dapat merasakan pengalaman praktik klinis hewan kecil di Korea, serta memperluas pertukaran internasional di bidang kedokteran hewan.”