Bogor, 11 Agustus 2026 — Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Semester 2 Tahun Akademik 2025/2026. Pada sesi bertajuk “Dokter Hewan di Dunia Food & Beverage (FnB): Karier yang Mungkin Belum Pernah Anda Bayangkan”, kegiatan menghadirkan drh. Dwi Kurniawan, CPLP, CPDS, selaku Head of Learning, Implementation & Development (LID) Harvest Groups. Drh. Dwi Kurniawan memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri Food & Beverage, dengan perjalanan karier yang dimulai dari bidang Quality Assurance di rumah potong unggas hingga menduduki posisi manajerial di berbagai perusahaan dan brand FnB. Saat ini, beliau bertanggung jawab dalam pengelolaan strategi pembelajaran di Harvest Groups.
Pada pemaparannya, drh. Dwi Kurniawan menjelaskan bahwa kompetensi dokter hewan memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan industri makanan modern. Pengetahuan mengenai food safety, mikrobiologi, zoonosis, epidemiologi, HACCP, Good Manufacturing Practice (GMP), sanitasi, serta pengendalian mutu menjadi dasar yang dapat diterapkan dalam industri FnB. Dokter hewan memiliki peluang untuk berkarier di berbagai bidang, seperti Quality Assurance dan Quality Control, Food Safety & Regulatory, Research & Development, Learning & Development (L&D), operasional, Supply Chain Quality, Internal Auditor, hingga Business Development. Dalam menjalankan peran tersebut, dokter hewan juga perlu mengembangkan kompetensi tambahan seperti analisis data, pemahaman finansial dasar, literasi digital dan AI, komunikasi, kepemimpinan, problem solving, serta business mindset.
Lebih lanjut, mahasiswa diajak memahami tantangan ketika memasuki dunia industri FnB. Pola berpikir dokter hewan yang terbiasa menggunakan pendekatan problem, diagnosis, analisis, root cause, treatment, monitoring, dan evaluasi dinilai memiliki kesesuaian dengan metode problem solving di industri. Namun, dokter hewan perlu mampu menerjemahkan aspek teknis ke dalam bahasa bisnis dengan mempertimbangkan risiko, biaya, dampak, dan konsekuensi terhadap perusahaan. Selain itu, kemampuan beradaptasi dengan ritme industri, mengelola manusia, serta bekerja berdasarkan target dan key performance indicator (KPI) menjadi kompetensi yang penting untuk dikembangkan.
Melalui sesi ini, mahasiswa PPDH mendapatkan perspektif bahwa profesi dokter hewan memiliki peluang yang luas, salah satunya industri FnB. Pada industri FnB, dokter hewan dapat berkontribusi dalam memastikan pangan yang aman, berkualitas, dan diproduksi melalui sistem yang tepat, sekaligus menjaga kepercayaan konsumen. Mahasiswa juga didorong untuk tidak membatasi pilihan karier serta terus mengembangkan kemampuan belajar, beradaptasi, berkomunikasi, memimpin, menganalisis data, memanfaatkan teknologi, dan memahami bisnis. Dengan demikian, dokter hewan diharapkan mampu menjadi profesional yang tidak hanya menguasai ilmu kedokteran hewan, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi industri dan masyarakat. (DA Raihandy)