SEMARANG — Hilirisasi hasil riset perguruan tinggi kembali menunjukkan langkah nyata dalam mendukung kemandirian industri kesehatan hewan nasional. Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menggelar agenda koordinasi persiapan kolaborasi produksi obat hewan unggulan bersama mitra industri PT Eka Farma, dengan difasilitasi oleh tim pakar dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Pertemuan strategis tersebut berlangsung secara langsung di Pabrik Obat Hewan PT Eka Farma, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (23/10/2026).

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu bentuk nyata dari implementasi konsep triple helix yang menghubungkan akademisi, industri, dan fasilitator pengembangan riset. Tim Pakar/fasilitator dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) menilai bahwa kesiapan infrastruktur dan kapabilitas riset para pihak menjadi kunci utama percepatan komersialisasi produk obat hewan inovatif di tanah air. Kehadiran UNPAD sebagai fasilitator/tim pakar memperkuat koordinasi agar proses hilirisasi berjalan efektif sesuai regulasi dan standar industri yang berlaku.

Perwakilan tim pakar dari UNPAD, Prof. apt. Nasrul Wathoni, Ph.D, menyampaikan optimisme tingginya terhadap kesiapan kolaborasi lintas lembaga tersebut. “SKHB IPB University dan PT Eka Farma sudah sangat siap untuk kolaborasi dalam produksi obat hewan, dilihat dari fasilitas yang ada dan dukungan dari peneliti SKHB IPB University” tegas Prof. apt. Nasrul Wathoni, Ph.D di sela-sela peninjauan fasilitas pabrik di Semarang.

Dari pihak peneliti, SKHB IPB University memastikan bahwa produk yang akan diproduksi secara massal ini telah melalui perjalanan panjang uji saintifik yang komprehensif. Perwakilan SKHB IPB University, Dr. drh. Aulia Andi Mustika, M.Si., mengungkapkan bahwa kesiapan riset telah dipupuk selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memasuki tahap komersialisasi industri. “Kolaborasi akan dimulai dalam bentuk produk Krimi Forte, sudah melalui berbagai tahapan uji dan sudah diteliti sejak tahun 2014. Akan dilanjutkan dengan produk-produk lain hasil riset peneliti dari SKHB IPB,” jelas Dr. Aulia.

Sektor industri menyambut positif sinergi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat pasar obat hewan berbasis riset dalam negeri. Direktur Operasional PT Eka Farma, drh. Ezell Imanto Nugroho, menegaskan komitmen penuh pihak perusahaan dalam mengawal produk Krimi Forte hingga siap diserap pasar secara luas. “Eka Farma siap support produk Krimi Forte menjadi produk komersial pertama dari hasil riset perguruan tinggi yang diproduksi oleh Eka Farma, serta produk-produk hasil riset lainnya dari perguruan tinggi sebagai langkah mendukung hilirisasi produk penelitian menuju industri,” ujar drh. Ezell.

 

Melalui sinergi kokoh antara SKHB IPB University dan PT Eka Farma ini, serta di fasilitasi oleh tim pakar dari UNPAD komersialisasi Krimi Forte diharapkan menjadi pemicu awal lahirnya inovasi obat hewan lokal berstandar industri. Kolaborasi ini tidak hanya membuktikan keberhasilan transfer teknologi dari meja laboratorium ke ranah manufaktur, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian serta ketahanan kesehatan hewan nasional secara berkelanjutan.