CIBINONG, 19 OKTOBER 2026 – Dalam upaya memperkuat jejaring riset dan meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana, Divisi Anatomi, Histologi, dan Embriologi (AHE) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University melakukan kunjungan kerja dan penjajakan kerja sama ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Ir. Soekarno, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cibinong, pada Senin (19/10/2026).

Rombongan IPB University dipimpin langsung oleh Ketua Divisi AHE, Dr. Kusdiantoro Mohamad, bersama Guru Besar SKHB, Prof. Arief Boediono, serta jajaran dosen dan mahasiswa pascasarjana Program Studi Ilmu Biomedis Hewan, Peminatan Anatomi dan Perkembangan Hewan (APH).

Ketua Divisi AHE SKHB IPB University, Dr. Kusdiantoro Mohamad, dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak BRIN serta optimismenya terhadap sinergi ini. “Kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mendekatkan dunia akademik perguruan tinggi dengan fasilitas riset berstandar internasional di BRIN. Kolaborasi ini tidak hanya akan mengakselerasi kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa kami, tetapi juga memberikan wawasan riset baru yang komprehensif bagi mahasiswa pascasarjana APH,” ujar Kusdiantoro.

Kunjungan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan diisi dengan diskusi intensif dan lab tour ke berbagai pusat riset serta laboratorium unggulan milik BRIN. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama para peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan. Pada siang hari, diskusi berlanjut di Pusat Riset Biomedis (Co-Working Space PP2), sebelum diakhiri dengan kunjungan langsung ke Laboratorium Cryo-EM di Gedung Genomik Lantai 1.

Beberapa fasilitas laboratorium modern yang menjadi fokus kunjungan kerja sama, meliputi Laboratorium Reproduksi dan Kultur (Gedung Apache), Laboratorium Cryo-Electron Microscopy (Cryo-EM) (Gedung Genomik), dan Laboratorium Human Genome & Stem Cell (Gedung PP2).

 

BRIN telah membuka kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana melalui skema beasiswa Degree by Research (DbR) dan terbuka peluang untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa IPB. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengajukan insentif biaya hidup melalui skema Research Assistant (RA) dengan sistem kehadiran terintegrasi di BRIN.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Biomedis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Cibinong, Prof. Dr. Sunarno, M.Si.Med, menyambut positif inisiatif kolaborasi dari Divisi AHE SKHB IPB University.

“Kami sangat terbuka untuk menyambut civitas akademika IPB University. BRIN siap mendukung riset-riset unggulan di stem cells dan biomedis melalui pemanfaatan fasilitas bersama, skema Degree by Research, serta kolaborasi program riset strategis” ungkapnya.

Peluang kolaborasi lintas Organisasi Riset (OR), Pusat Riset (PR), hingga Kelompok Riset (Keltis) terbuka bagi dosen Divisi, Fakultas, dan mahasiswa Pascasarjana. Kerja sama formal harus telah dipayungi oleh Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Riset BRIN dan fakultas.

Mahasiswa dan peneliti dapat mengakses fasilitas di BRIN via E-LSA. Penggunaan sarana dan prasarana riset modern di BRIN kini semakin mudah diakses melalui platform Layanan Sains Anggota / Elektronik Layanan Sains Terpadu (ELSA) maupun melalui mekanisme kerja sama riset.

Saat ini BRIN telah menyediakan berbagai fasilitas canggih, seperti kultur sel, mikroskop elektron (Cryo-EM), hingga analisis struktur protein (single-molecule protein analysis), serta teknologi 3D printing yang sangat potensial dimanfaatkan untuk penelitian di bidang anatomi, histologi, dan perkembangan, serta untuk pembuatan bahan ajar anatomi dan biomedis.

Perwakilan mahasiswa pascasarjana S3 APH, Anggi Nahriyatussyifa, turut membagikan impresinya setelah melihat langsung fasilitas modern BRIN. “Beberapa lab yang kami kunjungi seperti Lab Reproduksi dan Kultur, Lab Cryo-EM, Lab Human Genome & Stem Cell memberikan kami wawasan baru yang bernilai. Ternyata, tidak jauh dari Kampus kami belajar terdapat banyak fasilitas yang berpotensi bisa dimanfaatkan untuk menunjang penelitian kami. Hal baru yang membekas untuk saya pribadi adalah kunjungan ke Lab Cryo-EM, saya akhirnya bisa membayangkan bagaimana caranya mendapatkan gambar-gambar ultra struktural yang biasa kita lihat pada text book. Saya takjub melihat alat-alat canggih yang saya kira tidak eksis di Indonesia, ternyata ada di Indonesia,” tutur Anggi.

Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat dilanjutkan dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKHB IPB University dan Pusat Riset BRIN dan kolaborasi penelitian bersama dapat segera terealisasi demi kemajuan riset sains veteriner dan biomedis di Indonesia. [ha]