Tentang Kami Program Studi Fasilitas Layanan Kehidupan Kampus Direktori Akademik Event Kontak

Education Veterinary Podcast “Satu Jam Lebih Dekat dengan Divisi Ilmu Penyakit Dalam” Ulas tentang Bincang-bincang Seputar Si Meong

Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University kembali gelar  Education Veterinary Podcast (EV-Cast) Episode 21 mengulas topik tentang “Bincang-bincang Seputar Si Meong”. Podcast dilaksanakan secara live streaming di Youtube SKHB IPB Official, (14/11). EV-Cast Episode 21 merupakan rangkaian podcast “Satu Jam Lebih Dekat dengan Divisi”. Podcast diisi oleh narasumber dari Divisi Ilmu Penyakit Dalam, yaitu Dr. drh. Setyo Widodo dan drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D sebagai host.

Dalam kesempatan ini, Dr. Widodo menyampaikan beberapa informasi seputar kucing. Kucing adalah hewan yang dikenal jinak dan akrab dengan manusia. Hal ini terbukti dengan beberapa jenis kucing menjadi peliharaan bagi banyak orang. Kucing biasanya dipelihara sebagai hewan peliharaan dan juga sebagai hama ketika tumbuh di wilayah yang tidak semestinya. Kucing dapat dibedakan menjadi kucing liar dan kucing peliharaan.

Lebih lanjut Dr.Widodo menyampaikan bahwa dalam memelihara kucing hal pertama yang harus dilakukan ialah mengenal perilaku kucing. Kucing tergolong ke dalam hewan karnivora yang cenderung bersifat predator. Kucing identik dengan hewan yang suka mencakar, namun hal tersebut bukanlah perilaku alami dari kucing. Dalam mencari makan kucing akan menunjukkan perilaku menangkap dan mencengkeram. Hal inilah yang menyebabkan ketika kita menyentuh kucing, maka kita akan dianggap sebagai makanan atau musuh dari kucing tersebut.

Ia menambahkan, kucing bisa memakan daging atau ikan mentah, namun lebih dianjurkan untuk memakan daging atau ikan dalam keadaan matang. Hal ini untuk memastikan makanan yang diberikan pada kucing sudah terbebas dari patogen dan parasit.

Dr. Setyo juga menyampaikan bahwa 100 gram daging atau ikan mentah itu hanya menghasilkan kebutuhan protein sekitar 4%. Konsentrasi pakan kucing membutuhkan kurang lebih sampai 26-40% protein murni. Selain itu, kucing juga membutuhkan vitamin A dan taurin.

“Kucing rentan terhadap penyakit. Jika tidak ada vitamin A, maka kucing akan mudah mengalami sakit pada retinanya (rabun mata), serta kulit dan rambut yang kusam. Selain itu, vitamin A juga berperan dalam menunjang aktivitas sel-sel epitel limpa, mulut, dan usus,” jelas Dr. Widodo.

“Kucing juga amat sangat membutuhkan taurin untuk menguatkan otot-otot termasuk otot jantung. Kekurangan taurin akan menyebabkan kucing menjadi lemah dan mudah lelah. Tanpa taurin yang cukup, otot jantung tidak dapat berkontraksi secara normal, yang akhirnya akan menyebabkan gagal jantung kongestif,” pungkas Dr. Widodo. (ns)