Bogor, 10 Agustus 2026 — Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Semester 2 Tahun Akademik 2025/2026. Salah satu sesi menghadirkan drh. Meiti Ifianti, M.M., M.B.A. untuk membahas peran, peluang, dan tantangan dokter hewan dalam industri farmasi veteriner dengan tema “Beyond Clinical Practice: Creating Greater Impact in Animal Health”. drh. Meiti Ifianti merupakan dokter hewan lulusan FKH IPB yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri kesehatan hewan dan farmasi veteriner. Dalam perjalanan kariernya, beliau pernah berkarier di berbagai perusahaan dan saat ini beliau menjabat sebagai Director PT. Sehat Cerah Indonesia (SCI) – Leong Hup Jaya Indo Group.
Pada pemaparannya, drh. Meiti Ifianti menjelaskan bahwa perkembangan industri kesehatan hewan membuka ruang yang luas bagi dokter hewan untuk berkontribusi, tidak hanya dalam praktik klinis, tetapi juga mulai dari riset hingga penggunaan produk di lapangan. Peran tersebut mencakup bidang medical and technical affairs, pharmacovigilance, regulatory affairs, research and development, product management, sales and marketing, technical service, training and education, hingga business development. Dokter hewan juga memiliki kontribusi dalam memberikan edukasi berbasis ilmiah, mengembangkan produk yang aman dan efektif, meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan hewan, mendukung penggunaan antibiotik yang bijak, dan menerapkan konsep One Health.
Mahasiswa diajak memahami kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki industri farmasi veteriner, baik berupa hard skills seperti farmakologi, patologi, epidemiologi, diagnostik, dan evidence-based medicine, maupun kemampuan seperti kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, analisis data, dan problem solving. Perubahan industri yang cepat, perkembangan teknologi, perubahan regulasi, persaingan global, perubahan perilaku pelanggan, serta isu antimicrobial resistance (AMR) menjadi tantangan yang menuntut dokter hewan untuk terus adaptif dan inovatif. Oleh karena itu, pengembangan future skills seperti literasi digital dan AI, strategic thinking, kepemimpinan, adaptabilitas, kolaborasi, serta kemampuan bisnis menjadi semakin penting.
Melalui sesi ini, mahasiswa PPDH mendapatkan gambaran bahwa profesi dokter hewan memiliki ruang kontribusi yang luas dalam industri farmasi veteriner. Dokter hewan tidak hanya berperan sebagai animal doctor, tetapi juga menjadi inovator, edukator, ilmuwan, dan pemimpin di bidang kesehatan hewan. Pesan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun kemampuan adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan sebelum memasuki dunia profesional. (DA Raihandy)