Bogor, 11 Agustus 2026 — Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Semester 2 Tahun Akademik 2025/2026. Salah satu sesi menghadirkan drh. Eka Dewi Wulandari, LCPC dari PET+VET Indonesia dengan materi “Peran dan Tantangan Dokter Hewan dalam Dunia Praktik Hewan Kesayangan serta Upaya Menjaga Kesehatan Hewan Kesayangan untuk Kesejahteraan Manusia”. Dalam pemaparannya, drh. Eka Dewi Wulandari mengajak mahasiswa memahami perkembangan praktik hewan kesayangan, peran dokter hewan dalam menjaga kesehatan hewan dan masyarakat, tantangan profesi, konsep One Health, serta pentingnya membangun profesionalisme sejak masa pendidikan.

Perkembangan praktik hewan kesayangan didorong oleh meningkatnya jumlah pemilik hewan, perubahan posisi hewan sebagai bagian dari keluarga, meningkatnya harapan hidup hewan, kemajuan teknologi diagnostik, serta meningkatnya kesadaran pemilik terhadap kesehatan hewan. Kondisi tersebut turut memperluas peran dokter hewan yang tidak hanya bertindak sebagai klinisi, tetapi juga sebagai ahli diagnostik, dokter bedah, pelaksana preventive medicine, konselor pemilik, edukator, manajer klinik, dan pemimpin tim medis. Tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks, mulai dari tantangan medis, tuntutan pemilik, perkembangan teknologi, aspek bisnis, hingga tuntutan hukum dan tantangan emosional. Karena itu, komunikasi, empati, edukasi pemilik, serta shared decision making menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelayanan veteriner.

Melalui sesi ini, mahasiswa PPDH diingatkan bahwa profesionalisme dokter hewan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis. Clinical reasoning, pemeriksaan fisik, triage, interpretasi laboratorium, komunikasi dengan pemilik, pencatatan medis, dan etika profesi perlu berjalan beriringan dengan integritas, empati, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kerendahan hati, serta kemauan untuk terus belajar. Di tengah tantangan profesi yang semakin kompleks, dokter hewan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan hewan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan manusia dan lingkungan melalui pendekatan One Health. (DA Raihandy)