Bogor, 10 Agustus 2026 — Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Semester 2 Tahun Akademik 2025/2026. Salah satu sesi menghadirkan drh. Beni Halalludin, Cert.AqV. untuk membahas peran dan prospek dokter hewan dalam industri akuakultur. drh. Beni Halalludin merupakan dokter hewan lulusan IPB yang juga memiliki sertifikasi Aquaculture Veterinary (Cert.AqV) dari World Aquaculture Veterinary Association. Beliau memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan hewan akuatik dan saat ini menjabat sebagai Division Head of Animal Health Laboratory di PT Central Proteina Prima Tbk. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Head of Central Laboratory and Disease Research Center serta Central Laboratory and Aquatic Animal Health Technical Service Manager di perusahaan yang sama.
Pada pemaparannya, drh. Beni Halalludin menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang akuakultur seiring dengan perkembangan teknologi dalam industri perikanan. Dokter hewan memiliki keunggulan dalam melihat suatu permasalahan secara lebih luas dan mendalam sehingga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan hewan akuatik sekaligus mendukung keberlanjutan industri. Perkembangan akuakultur di masa depan menuntut dokter hewan untuk menguasai berbagai bidang, antara lain omics technology, program One Health, big data, epidemiologi, sustainability, precision aquaculture, artificial intelligence, smart farming, serta entrepreneurship dan inovasi. Pengalaman profesional drh. Beni sendiri mencakup bidang laboratorium, penelitian penyakit, serta aquatic animal health technical service, termasuk berbagai pelatihan terkait patologi dan deteksi penyakit pada ikan dan udang.
Lebih lanjut, mahasiswa diperkenalkan pada beragam prospek kerja dokter hewan dalam industri akuakultur. Pada sektor hatchery farm, dokter hewan dapat berperan dalam Veterinary Health Plan, animal welfare, laboratorium diagnostik, histopatologi, PCR, mikrobiologi, hingga aquatic animal health technical service. Pada processing plant, dokter hewan dapat berkontribusi dalam quality assurance (QA) dan quality control (QC), sedangkan pada feedmill dapat berperan sebagai nutrisionis maupun dokter hewan penanggung jawab instalasi karantina hewan. Peluang lainnya terdapat pada industri obat ikan, meliputi bidang QA, QC, penanggung jawab obat ikan, research and development (R&D), serta sales and marketing. Selain sektor industri, dokter hewan juga memiliki peluang berkarier di instansi pemerintah, klinik, bidang konservasi, dan wisata.
Melalui pemaparan dari drh. Beni Halalludin, mahasiswa PPDH mendapatkan gambaran bahwa perkembangan industri akuakultur membuka ruang yang luas bagi profesi dokter hewan. Peran dokter hewan di bidang ini tidak hanya berfokus pada diagnosis dan penanganan penyakit, tetapi juga mencakup pencegahan, pengelolaan kesehatan hewan akuatik, pengembangan teknologi, hingga penerapan prinsip keberlanjutan. Dengan menguasai perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan berpikir secara komprehensif, dokter hewan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam membangun industri akuakultur Indonesia yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan. (DA Raihandy)