Bogor, 10 Agustus 2026 — Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan Studium Generale bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Semester 1 Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menghadirkan drh. Pujo Setio, M.Si., sebagai Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, sebagai narasumber dengan materi “Peran Dokter Hewan dalam Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif mengenai kontribusi profesi dokter hewan dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, drh. Pujo Setio menjelaskan bahwa dokter hewan memiliki posisi strategis sebagai economic enabler, tidak hanya dalam pengendalian penyakit hewan, tetapi juga dalam peningkatan produktivitas peternak, penguatan ketahanan pangan, kelancaran akses pasar global, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Peran tersebut mencakup penerapan biosekuriti dan pengendalian penyakit, peningkatan efisiensi produksi, pengamanan stabilitas pasokan pangan asal hewan, hingga pemenuhan standar perdagangan internasional. Integrasi peran dokter hewan juga diperlukan sepanjang rantai pasok farm to fork, mulai dari sektor hulu peternakan, produksi dan pengolahan, hingga distribusi dan konsumen.

Materi menekankan bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari kesehatan hewan, kesehatan manusia, dan kesehatan lingkungan melalui pendekatan One Health. Ancaman zoonosis, resistansi antimikroba, dan perubahan iklim menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan sistem pangan, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi. Melalui Studium Generale ini, mahasiswa PPDH SKHB IPB diharapkan mampu melihat profesi dokter hewan tidak hanya sebagai profesi medis, tetapi juga sebagai bagian dari profesi pembangunan yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat, meningkatkan daya saing komoditas, serta mendukung terwujudnya ekonomi Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.