Tentang Kami Program Studi Fasilitas Layanan Kehidupan Kampus Direktori Mahasiswa Event Kontak Akreditasi

Education Veterinary Podcast Ulas tentang Puyuh dan Kesejahteraan Masyarakat Bersama Narasumber dari Divisi Fisiologi

Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University kembali gelar  Education Veterinary Podcast (EV-Cast) Episode 16 mengulas topik tentang “Puyuh dan Kesejahteraan Masyarakat”. Podcast dilaksanakan secara live streaming di Youtobe SKHB IPB Official, pada 17/09/2022. EV-Cast Episode 16 merupakan rangkaian podcast “Satu Jam Lebih Dekat dengan Divisi” diisi oleh narasumber dari Divisi Fisiologi, yaitu Dr. drh. Koekoeh Santoso. Podcast dipandu oleh Dr. Agr. drh. Ronald Tarigan, M.Si Dosen Divisi Fisiologi sebagai host.

Dr. Koekoeh menyampaikan beberapa informasi terkait burung puyuh. “Puyuh merupakan salah satu unggas yang dari sisi nutrisi dapat mendukung pemenuhan protein hewani. Beberapa kelebihan dari puyuh di antaranya secara produksi puyuh bisa mencukupi kebutuhan protein masyarakat, bisa dibudidayakan dalam skala industri rumah tangga atau skala kecil sehingga dapat dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, serta harganya terjangkau dan masyarakat mudah untuk membelinya” jelas Dr. Koekoeh.

“Kelebihan budidaya puyuh daripada unggas lain ialah lebih cepat bertelur, produksi telur tinggi, ramah lingkungan, harga dan konsumsi pakan rendah, serta tidak memerlukan lahan yang luas. Kandang yang dipakai untuk budidaya tidak terlalu besar, cukup dengan ukuran 1 meter persegi bisa menampung 120 ekor puyuh,” jelas Dr. Koekoeh, dosen yang telah mengabdi di IPB sejak tahun 1986.

Dr. Koekoeh juga menyampaikan bahwa keuntungan budidaya puyuh salah satunya dari telur. Pada kondisi fisiologis yang optimal, seekor puyuh bisa menghasilkan 300 butir telur dalam setahun. Jadi, hampir sehari menghasilkan satu telur.

“Puyuh juga bisa dimanfaatkan dalam penelitian atau sebagai hewan model. Beberapa penelitian misalnya manajemen kesehatan dan pemeliharaan puyuh yang bisa mengoptimalkan ekspresi potensi genetiknya, atau kajian kaitan stres dengan berbagai respon tubuh,” jelas Dr. Koekoeh.

“Puyuh tergolong unggas yang relatif murah untuk dijadikan hewan model. Namun, kita perlu melakukan penelitian-penelitian yang memperkuat puyuh sebagai hewan model,” pungkas Dr. Koekoeh. (ns)